Tampilkan postingan dengan label Pengelolaan Proyek Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengelolaan Proyek Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Anjuran Menggunakan Software Open Source Serta Kelebihan Dan Kekurangannya

Gambar 1. Logo-Logo Software Open Source

Apa itu Software Open Source ?
Open Source Software menurut Esther Dyson (1998), didefinisikan sebagai perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong-royong tanpa koordinasi resmi, menggunakan kode program (source code) yang tersedia secara bebas, serta didistribusikan melalui internet. Open Source Software identik dengan Free Software. Perlu digaris bawahi, definisi free disini bukan berarti gratis, namun berarti bebas. Bebas ini dijabarkan menjadi empat buah, yaitu :
  • Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja.
  • Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
  • Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama.
  • Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya. Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat juga. 

Keuntungan Menggunakan Software Open Source
  1. Software open source ini bersifat legal atau resmi.
  2. Mudah dalam penginstalan, dan penggunaannya.
  3. Penyelamat devisa negara, dengan menggunakan solusi berbasis open source, maka dapat dilakukan penghematan devisa negara secara signifikan. Kemudian dana tersebut dapat dialokasikan ke usaha-usaha untuk kesejahteraan rakyat.
  4. Bebas biaya tambahan dari biaya lisensi karena bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum.
  5. Keamanan Negara/Perusahaan.
  6. Keamanan Sistem, mulai dari virus, trojan, spyware, dan berbagai macam keamanan sistem lainnya yang sudah banyak dikenal para pengguna komputer.
  7. Dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software.
  8. Transfer knowledge, open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source code-nya bisa kita jadikan referensi pembelajaran khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IS/IT.
  9. Pengguna bisa mendevelope software open source ini, sehingga semakin baik dan berkembang.

Kerugian Menggunakan Software Open Source
  1. Masalah yang berhubungan dengan intelektual properti. Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatenkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software dipatenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual properti.
  2. Tidak ada garansi dari pengembangan, biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
  3. Kurang banyak orang yang mengetahui tentang software open source sehingga masih kurang orang untuk mengembangkan dan memanfaatkan software open source  ini.
  4. Kesulitan dalam mengetahui status projectTidak banyak iklan bagi software open source  biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.
Saya merupakan salah satu dari ribuan orang yang menggunakan software open source dari sekian banyak software open source yang sering saya gunakan adalah Open Office, GIMP, Mozila Firefox, Android, dan ubuntu. Dalam Laboratorium tempat saya bekerja (Laboratorium Manajemen Menegah, Universitas Gunadarma) ini digunakan untuk praktek praktikan kami dalam mata praktikum, Marketing Komunikasi (dengan software Open Office dan GIMP), Internet dan Jaringan, dan E-Commerce (dengan software Mozila Firefox).
Kampus Universitas Gunadarma juga merupakan salah satu Universitas yang mendukung penggunaan dan pengembangan software open source.

Dalam Software Open Office sama seperti hal nya lembar kerja pada Microsoft Windows, dalam Open Office banyak lembar kerja yang anda butuhkan dalam satu tampilan seperti :
  • Text Document, untuk membuat lembar kerja berbentuk document. Dalam Windows biasa dikenal dengan Ms. Word.
  • Presentation, untuk membuat tampilan presentasi. Dalam Windows biasa dikenal dengan Ms. Power Point.
  • Database, untuk membuat suatu database. Dalam Windows biasa dikenal dengan Ms. Access.
  • Spreadsheet, untuk menghitung suatu angka dengan menggunakan formula/rumus. Dalam Windows biasa dikenal dengan Ms. Excel.
  • Drawing, untuk membuat gambar atau desain. Dalam Windows biasa dikenal dengan Ms. Visio.
Gambar 2. Tampilan Open Office
Kelebihan dari Open Office :
  • Bila ingin membuka lembar kerja baru yang berbeda format sudah disediakan menunya, sehingga pegguna tidak perlu keluar dari lembar kerja yang sedang dikerjakan.
  • Mudah dalam penggunaan, user interface yang apik, dan banyak kelebihan yang dimiliki dibanding dengan Microsoft Windows.
  • Data yang dikerjakan dapat langsung disimpan dalam format .pdf
Berikut web resmi Open Office :  http://www.openoffice.org/

Software GIMP (GNU Image Manipulation Program) biasanya digunakan dalam hal mendisain, mengedit, menggambar, memberi efek suatu gambar sehingga gamabr terlihat lebih bagus. GIMP versi terbaru adalam GIMP 2.8 yang dapat diunduh di web resmi GIMP : http://www.gimp.org/

Software Mozila Firefox merupakan satu dari puluhan browser yang ada untuk menjelajah dunia internet. http://www.mozilla.org/en-US/ adalah web resmi dari Mozila Firefox.


Referensi :


Kriteria Manager Proyek Yang Baik

Dalam suatu proyek besar maupun kecil pasti memiliki seseorang pemimpin proyek yang biasa disebut dengan manager. Manager adalah seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi atau kelompoknya yang terdiri dari berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki tujuan yang sama. Sedangkan proyek merupakan gabungan seperti sumber daya manusia, material, machine dan modal/biaya dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai tujuan dalam sasaran dan tujuan. Sifat dari suatu proyek adalah bersifat sementara dan dalam kurun waktu yang dibatasi. Suatu proyek biasanya terjadi karena suatu keperluan yang mendesak karena tuntutan pengembangan dari suatu lokasi tertentu.
Jadi manager proyek adalah seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), dan kemampuan (skill) serta rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan hingga penutupan sebuah proyek. Hal-hal tersebut wajib dimiliki oleh seorang manager proyek karena kesuksesan maupun kegagalan proyek berasal dari kerjasama tim yang dibentuk dan dipimpin oleh manager proyek tersebut.

Menurut Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting dimiliki untuk seorang manager proyek, yaitu :
  1. Problem Solving, kemampuan manajer dalam menyelesaikan suatu masalah dengan efektif dan efisien.
  2. Budgeting and Cost Skills, kemampuan dalam hal membuat sebuah anggaran biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
  3. Scheduling and Time Management Skills, kemampuan untuk menjadwalkan proyek.
  4. Technical Skills, kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek.
  5. Leadership Skills, kemampuan ini penting dimiliki karena apa yang yang dilakukan oleh seorang manajer proyek menandakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja.
  6. Resource Management and Human Relationship Skills, kemampuan ini adalah masalah utama bagi para manajer proyek. Karena manajer proyek harus memahami akibat dari kegagalan dalam mengelola sumber daya. Hal ini membutuhkan kemampuan untuk membangun jaringan sosial dengan orang-orang yang terlibat didalam proyek. Seorang manajer proyek juga harus mampu untuk menempatkan diri dalam memberikan keterbukaan dan persahabatan dengan pihak lain, salah satunya menjadi pendengar yang baik.
  7. Communication Skills, seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan komunikasi dengan baik, karena jika tidak ada komunikasi yang efektif maka perencanaan sebuah proyek tidak akan berjalan dengan lancar.
  8. Negotiation Skills, untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan ini sangat penting. Tapi, manajer proyek harus memahami kepentingan manajemen atas sehingga dengan pemahaman ini manajemen proyek dapat melakukan negosiasi dengan pemikiran yang tenang untuk memperoleh apa yang diinginkan.
  9. Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills; kemampuan menjual tidak hanya dimiliki oleh seorang marketing, tetapi seorang manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya. Selain itu, kedekatan dengan para konsumen juga sangat diperlukan, manajer proyek harus responsive terhadap perubahan kebutuhan dan persyaratan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Dalam sebuah proyek kekagagal pasti pernah dialami juga, berikut penyebab kegagalan majemen proyek :
  • Kegagalan membentuk komitmen manajemen atas (para pemimpin) pada proyek.
  • Kurangnya komitmen organisasi pada metodologi pengembangan sistem.
  • Mengambil jalan pintas melalui atau disekeliling metodologi pengembangan sistem.
  • Manajemen ekspektasi yang jelek.
  • Komitmen dini pada anggaran dan jadwal tetap.
  • Teknik-teknik perkiraan yang jelek.
  • Terlalu optimis.
  • The mythical man-month.
  • Keterampilan manajemen orang yang tidak cukup.
  • Gagal beradaptasi dengan perubahan.
  • Sumber daya tidak cukup karena perkiraan yang jelek, prioritas-prioritas lain, sumber daya staff yang dilibatkan tidak memiliki keterampilan dan pengalaman.
  • Gagal mengelola rencana.
Dari kedua belas point diatas penyebab kegagalan proyek kebanyakan manager proyek tidak dilatih dan dididik menjadi manager proyek, seharusnya manager proyek trampil dalam seni manajemen proyek.




Referensi :


Sabtu, 25 Mei 2013

COCOMO

PENGERTIAN COCOMO
                COCOMO (Constructive Cost Model) merupakan sebuah model yang didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.
SEJARAH COCOMO
Pertama kali COCOMO diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.'s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.
Referensi untuk model ini biasanya menyebutnya COCOMO 81. Pada tahun 1997 COCOMO II telah dikembangkan dan akhirnya diterbitkan pada tahun 2000 dalam buku Estimasi Biaya COCOMO II Software dengan COCOMO II. adalah penerus dari COCOMO 81 dan lebih cocok untuk mengestimasi proyek pengembangan perangkat lunak modern. Hal ini memberikan lebih banyak dukungan untuk proses pengembangan perangkat lunak modern, dan basis data proyek diperbarui. Kebutuhan model baru datang sebagai perangkat lunak teknologi pengembangan pindah dari batch processing mainframe dan malam untuk pengembangan desktop, usabilitas kode dan penggunaan komponen software off-the-rak. Artikel ini merujuk pada COCOMO 81.

JENIS-JENIS COCOMO
Gambar 1. Jenis-Jenis COCOMO

COCOMO terdiri dari 3 jenis diantaranya :
1.       Basic COCOMO Model (Model COCOMO Dasar)
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
a.   Proyek organik (organic mode), merupakan proyek dengan ukuran relatif kecil, anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
b.   Proyek sedang (semi-detached mode), merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda
c.   Proyek terintegrasi (embedded mode), merupakan proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat
Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan 1, 2, dan 3 berikut ini:
Gambar 2.  Persamaan 1, 2, 3 dalam Model COCOMO Dasar
Dimana :
• E                 : besarnya usaha (orang-bulan)
• D                 : lama waktu pengerjaan (bulan)
• KLOC        : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• P                 : jumlah orang yang diperlukan
Sedangkan koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada tabel 1 dibawah ini :

Tabel 1.  Koefisien Model COCOMO Dasar

2.       Intermediate COCOMO Model (Model COCOMO Lanjut)
Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
a. Atribut produk (product attributes)
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)
b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)
c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern (MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.

Tabel 2.  Nilai Bobot Sub-Kategori

Dari pengembangan ini diperoleh persamaan :
Gambar 3. Persamaan Selanjutnya
Dimana :
• E                 : besarnya usaha (orang-bulan)
• KLOC        : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• EAF            : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.

Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.

Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut
 
 
3.       Complete/Detailed COCOMO Model (Model COCOMO II)
Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya.

Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers

Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers

Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

METODOLOGI DASHBOARD COCOMO
Pada gambar dibawah ini dijelaskan tentang metodologi dashboard COCOMO. yang menggunakan demo dashboard LIVE Xcelsius. Anda dapat menggunakan komponen interaktif xcelsius dashboard ini untuk mengubah faktor dalam model dan langsung melihat hasilnnya. KPIs dalam Produk, Computer, Personalia dan Kategori Proyek.

Gambar 4. Metodologi Dashboard COCOMO

Referensi :
http://www.dashboardcafe.com/index.php?option=com_content&view=article&id=102:dashboard-cocomo&catid=1:beritaterbaru&Itemid=50