Jumat, 08 April 2011

Organisasi dan Evolusi Teori Organisasi


Organisasi banyak ditemukan seperti organisasi dalam lingkungan rumah, organisasi sekolah, organisasi mahasiswa, organisasi politik, organisasi sosial, organisasi olahraga, organisasi negara, dan lain sebagainya. Organisasi merupakan sekumpulan orang yang dipimpin oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu tujuan bersama. Organisasi memiliki struktur organisasi, struktur organisasi ini biasanya menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti, alur divisi atau pengerjaan tugas. Meskipun sudah ada struktur yang mempolakan mekanisme kerjanya akan tetapi diperlukan rancangan kegiatan dalam setiap pelaksanaan kerjanya agar dapat dikoordinasikan untuk mencapai tujuannya.

Organisasi adalah sebuah entitas sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, dan bekerja atas dasar relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. (Robin.1994).

Organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan, untuk mencapai tujuan itu diperlukan pemimpin untuk mengatur atau memanaj organisasi yang dibentuk, pembagian kerja atau tugas, kekompakan, kerjasama, tanggung jawab, kesadaran masing-masing anggota, manajer atau pengatur di semua bidang yang digunakan dalam organisasi tersebut, dan teknologi misalnya internet agar dapat mengetahui informasi yang dibutuhkan.

Teori organisasi

· Merupakan studi tentang bagaimana organisasi melaksanakan fungsinya dan bagaimana organisasi tersebut mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya maupun masyarakat dimana organisasi itu beroperasi (Jones, 1994.11)

· Teori organisasi meliputi struktur organisasi, budaya organisasi, dan desain organisasi.

Desain organisasi merupakan sisi lain dalam manajemen organisasi dalam arti suatu organisasi dalam pelaksanaannya dapat dikoordinasikan untuk mencapai tujuan. Desain organisasi diperlukan untuk mencapai keunggulan kompetitif, memanaj perbedaan, peningkatan efisiensi, peningkatan motivasi, pengendalian lingkungan,penyempurnaan koordinasi dan motivasi, dan mengembangkan strategi implementasi.

Merancang pola hubungan kerja dan merancang tindakan atau mendesain organisasi dilandasi oleh adanya unsur inti dalam suatu organisasi. Unsur-unsur inti dalam organisasi menurut Henry Mintzberg ada 5 yaitu :

  1. The operating core / unsur pelaksana yaitu pegawai yang melakukan pekerjaan dasar berhubungan dengan produksi dan jasa.
  2. The strategic apex unsur strategis pimpinan puncak yang bertanggung jawab terhadap keseluruhan organisasi.
  3. The middle line unsur kelompok menengah para pimpinan yang menjadi penghubung kelompok pelaksana dengan kelompok strategis.
  4. The techno structure unsur kelompok analis yg bertanggung jawab pada adanya SOP (standard operating prosedure).
  5. The support staff unsur kelompok orang-orang yang mengisi unit staff yang memberi jasa pendukung tidak langsung pada organisasi.

Perkembangan Teori Organisasi

Pendekatan awal terhadap teori organisasi pada permulaan abad 19 menganggap organisasi sebagai alat mekanis untuk mencapai tujuan, dengan perhatian difokuskan pada pencapaian efisiensi di dalam fungsi-fungsi intern organisasi (Teoritikus Tipe 1). Pada teoritikus Tipe 2 yang melaksanakan dibawah asumsi sistem tertutup namun menekankan hubungan informasil dan motivasi –motivasi non-ekonomis yang beroperasi didalam organisasi. Organisasi tidak selalu berjalan secara mulus dan bukan merupakan mesin yang sempurna. Manajemen dapat merancang hubungan dan aturan formal , namun disciptakan juga persahabat informal untuk memenuhi kebutuhan social anggotanya.

Kerasionalan kembali menjadi tema sentral pada teoritikus Tipe 3, diperkirakan sejak 1960 sampai awal 1970-an para teoritikus melihat organisasi menjadi alat untuk mencapai tujuan. Mereka memfokuskan pada sasaran, teknologi, dan ketidak pastian lingkungan sebagai variable-variabel kontingensi utama yang menentukan struktur yang tepat dan seharusnya berlaku dalam organisasi, dengan kata lain struktur yang sesuai dengan variable-variabel kontingensi tersebut akan membantu pencapaian tujuan organisasi, sebaliknya penerapan struktur yang salah akan mengancam kelangsungan hidup organisasi. Akhirnya pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi sangat dipengaruhi oleh para teoritikus Tipe 4. Perspekstif sosial digunakan kembali, namun dalam kerangka kerja system terbuka. Hasilnya adalah pandangan bahwa struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para manajer untuk menciptakan struktur paling efektif, namun merupakan hasil dari suatu pertarungan politis diantar koalisi-koalisi didalam organisasi untuk memperebutkan kendali / kekuasaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pembagian masing-masing tipe dari teoritikus organisasi dalam gambar berikut ini

Evolusi Teori Organisasi Kontemporer










Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

http://manajemenkomunikasi.wordpress.com/about/

http://s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17350/MINGGU_3.doc

http://www.scribd.com/doc/11437626/Nambah-Ilmu-Tentang-Dasar-Teori-Organisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar